Leumang Makanan Khas Aceh Yang Hanya Ada Saat Ramadhan

lemang

Kuliner Aceh memang bervariasi, selain mie Acehnya yang lezat Anda harus mencoba Leumang yang rasanya tak kalah enaknya dan cocok mengisi perut serta yang pastinya tidak menggunakan bahan pengawet saat berbuka puasa. Leumang adalah salah satu makanan tradisional yang hanya ada saat Ramadhan tiba. Di Banda Aceh, biasanya untuk mengkonsumsinya bisa dengan air tebu, selai atau dengan buah durian.

Leumang, kuliner khas yang terbuat dari beras ketan dan santan yang dimasak secara unik dalam potongan bambu yang sering disebut tring buloh di Aceh. Dimana bambunya memiliki penampang yang lebih tipis di bandingkan bambu biasanya. Satu batang bambu buluh yang sudah dipotong dengan panjangnya mulai sekitaran 40 sampai 80 cm bahkan lebih. Bambu ini diisi beras ketan dan santan lalu dibakar pada bara api yang banyak dalam posisi berdiri dengan sudut kemiringan kira-kira 80 derajat. Selain itu, di dalam bambu tersebut, dinding bambu buluh itu dilapisi daun pisang muda atau lebih tipis sehingga memudahkan saat mengambil ketan yang telah masak di dalamnya.

Di bulan Ramadhan merupakan berkah bagi para pembuat dan penjual Leumang, mereka bertebaran menjajakan dagangannya di seluruh kota kecamatan di beberapa kabupaten di Aceh. Namun, Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah karena prosesnya juga cukup mudah. Menu makanan ini bisa sebagai pilihan variasi untuk menu berbuka puasa nantinya.

Nah, berikut ada resep yang bisa Anda coba untuk membuatnya di rumah. Berikut bahan dan cara pembuatannya :

Bahan – bahannya :

  • 5 batang bambu atau lebih
  • 3 buah kelapa tua (di ambil santannya); disesuaikan dengan banyak lemang yang akan dimasak
  • Beberapa pucuk daun pisang yang masih muda
  • 3 bambu beras ketan
  • Lidi muda; disesuaikan dgn jumlah lemang yang dimasak dan garam secukupnya

Cara pembuatannya :

  • Rendam beras ketan kemudian bersihkan
  • Buah kelapa tua diperas dan ambil 5 cawan santannya lalu tambahkan garam secukupnya pada santan tersebut kemudian aduk hingga rata
  • Cuci dan bersihkan batang bambu
  • Masukan pucuk daun pisang secara melingkar ke dalam batang bambu dengan baik
  • Masukanlah beras ketan ke dalam bambu setelah itu masukkan juga santan tadi secukupnya ke dalam bambu yang sudah terisi beras ketan
  • Lalu tusukkan lidi muda kedalam beras ketan itu. Pangkalnya dibawah. Tujuannya agar santan bisa terserap penuh ke dalam beras ketan

Ingat: santannya harus lebih banyak dari beras ketan karna kalau kurang lemangnya nanti jadi mentah

10171891_338075139673252_6111081591720919463_n

Cara memasak lemang ternyata tidak terlalu sulit, cuma kita perlu menyiapkan beberapa bahan saja. Buatlah 2 tiang penyangga dari kayu dengan ukuran setengah meter lalu tancapkan ke tanah kedua tiang tersebut dengan sejajar dan letakan besi bulat diatas kayu penyangga tersebut lalu hidupkan api (api kayu atau tempurung).

Setelah api hidup, letakan dan susunlah bambu yg sudah terisi beras ketan tersebut diantara api kedua penyangga tersebut. Supaya lemang tidak masak sebelah kita harus memutarkan bambu tersebut supaya matangnya merata dan jika tangan tidak tahan panas sebaiknya gunakan sarung tangan kain untuk memutar lemang bambu tersebut.

Selamat Mencoba !!!!

Sumber : dari berbagai sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s