Ramadhan Bulan Al Quran

feat05

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, perbanyaklah membaca Al-Qur’an, baik di luar shalat maupun di dalam shalat khususnya ketika kita melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan. Sebagai hamba yang beriman, sudah seharusnyalah kita senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an yang tidak ada keraguan didalamnya dan dipenuhi dengan kemuliaan, sebagaimana firman Allah subhaanahu wata’aala,

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-Baqarah 185)

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.” ( Al Kahfi: 1-3)

“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?” (Al Anbiyaa: 10).

Menurut Quraisy Shihab (1997), Al-Qur’an yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat, karena tidak ada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca 5000 tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia. Tiada bacaan semacam Al-Qur’an yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis dengan aksaranya. Bahkan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja, dan anak-anak.

Selain senantiasa membacanya, Al-Qur’an sebagai pegangan hidup seorang muslim memberikan implikasi bahwa Al-Qur’an harus pula dihayati akan nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya, agar nilai-nilai itu bisa menjadi kekuatan yang memotivasi dan mendasari kegiatan sehari-hari, dan menjadi alat perjuangan di bidang kemasyarakatan atau keilmuan. Lebih indah lagi kalau penghayatan itu meningkat atau berkembang menjadi usaha untuk meningkatkan pengkajian tafsir al-Qur’an (Rahardjo, 2002), bahkan berusaha menghafalkannya sebagai bagian dari ibadah.

Membaca, memahami, dan menghafal al-Qur’an bukan fardhu kifayah yang dapat diwakilkan atau dibebankan kepada para ulama. Dengan mengikut teladan para sahabat, semua itu dilakukan sebagai kewajiban individu bagi setiap muslim.

Mari kita memohon kepada Allah SWT dengan kedatangan bulan Ramadhan agar kita dan keluarga kita mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, memahami arti dan makna yang tersurat maupun tersirat, dan mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik dan sempurna. Insyaa Allah jika setiap individu mengamalkan hal ini, akan terbentuklah komunitas yang berakhlak qur’ani yang ridho atas ketentuan Allah SWT dan Allah SWT meridhoi mereka. Amiin yaa robbal ‘alamiin.

(dari berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s