Ketika Si Kecil Mulai Berpuasa

feat04

Tidak ada kewajiban bagi anak- anak yang belum akil baligh untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Tapi sebagai orang tua tentu kita ingin mempersiapkan anak agar jika waktunya tiba wajib berpuasa, mereka sudah tidak lagi merasa gagap dan berat melaksanakannya.

Pertanyaan paling umum, kapankah anak mulai diperkenalkan dengan puasa di bulan Ramadhan? Menurut saya dari bayi saja….Loh, masa bayi disuruh puasa? Tenaaaang…..maksud saya kenalkan kemeriahan Ramadhan sedini mungkin, bahkan sejak anak masih bayi.

Berikut saya akan berbagi beberapa tips yang mungkin bisa berguna untuk membantu pembaca yang akan mendampingi buah hati berpuasa di bulan Ramadhan mendatang.

• Dengungkan kemeriahan Ramadhan jauh hari sebelum waktunya datang. Sempatkan untuk memasukan tema Ramadhan dalam percakapan dan pembahasan sehari-hari sehingga anak aware dengan segala sesuatu tentang berpuasa.

• Ajarkan doa doa yang berkaitan dengan puasa, seperti niat puasa dan doa buka puasa. Jika perlu berikan reward atau permainan agar anak lebih semangat menghafalnya

• Ajarkan anak bangun pagi. Ketika ayah bundanya bangun shalat shubuh, bangunkan si kecil, meskipun mereka belum mengerti atau belum bisa ikut shalat minimal mereka akan mengerti bahwa orang Islam tiap shubuh harus bangun untuk shalat.

• Ketika Ramadhan tiba, ajak si kecil bangun sahur. Walaupun mereka masih terlalu kecil untuk ikut berpuasa (masih bayi misalnya seperti yang saya singgung di atas) , tetap ajak untuk ikut mengikuti serunya makan sahur di malam buta.

• Seperti juga halnya sahur, libatkan juga anak dengan keseruan saat berbuka puasa. Ajak mereka menyiapkan takjil dan makan bersama dengan keluarga lain yang berpuasa di meja makan.

• Ajak anak ikut serta dengan ritual ibadah yang menjadi khas bulan Ramadhan seperti tarawih dan I’tikaf di masjid. Tentu dengan porsi yang disesuaikan dengan umur dan kegiatan anak.

• Ketika anak mulai berpuasa, dampingi dan temani!! Tentu di awal- awal mereka perlu penyesuaian, pada saat ini perlu figur orang tua. Alihkan perhatian anak pada hal hal lain sehingga tidak fokus pada rasa lapar dan haus. Ajak tidur siang lebih panjang, bacakan cerita atau siapkan ‘peralatan tempur’ yang dapat membuat si kecil senang dan lupa bahwa ia sedang berpuasa.

• Kurangi dan batasi aktivitas fisiknya agar anak tidak cepat merasa lemas

• Yang terakhir dan mungkin menurut saya ini lumayan penting. MANAGE EXPECTATION!!! Aturlah ekspektasi Anda sebagai orang tua ketika mulai mengajarkan puasa kepada anak. Setiap anak dan keluarga memiliki standar, nilai, dan kekuatan yang berbeda. Tentukan standar Anda sendiri dan jangan terlalu mempersulit diri dengan melihat standar keluarga lain.

Jika kita sebagai orang dewasa melakukan puasa karena keimanan dan perasaan wajib sebagai orang bertakwa, maka lain dengan anak-anak. Di awal mereka akan merasakan ini sebagai tekanan dan perintah, dan itu sangat wajar. Tugas kitalah sebagai orang tua untuk mengisi qolbu anak-anak agar di masanya ketika mereka sudah wajib berpuasa, mereka dapat melaksanakan puasa Ramadhan dan puasa-puasa lainnya dengan penuh ketakwaan dan kecintaan pada Allah

Semoga bermanfaat, demi generasi penerus Islam yang kuat!!

#AnakPuasa #Ramadhan #Parenting #Puasa

Advertisements