Ayat, Aplikasi Quran Terbaik Untuk Semua Platform

    feat09

Perkembangan teknologi informasi yang pesat membawa berbagai dampak positif bagi kehidupan manusia. Berbagai kemudahan dan kepraktisan bisa kita dapatkan sehingga sudah seharusnya kita bisa menjalani aktivitas dengan lebih efektif dan efisien. Tidak hanya dalam dukungan terhadap aktivitas duniawi tetapi juga aktivitas ukhrawi.

Saat ini membaca, mendengarkan bacaan, mengetahui terjemahan, memahami makna dan menghafalkan Al Qur’an bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tidak perlu lagi membawa mushaf yang relatif berat dan penampakan yang beraneka ragam. Dengan berbekal smartphone, aktivitas kita dengan Al Quran tersebut bisa dilakukan dengan nyaman. Cukup install Ayat dan aktivitas tadi bisa kita jalankan dalam satu aplikasi.

AYAT merupakan aplikasi cemerlang hasil karya tim Electronic Mushaf Project dari King Saud University (KSU) yang berada di Riyadh, Saudi Arabia. Aplikasi Qur’an ini bersifat gratis dan multi platform dengan berbagai fitur yang menarik dan lengkap.

ayat01

Fitur-fiturnya antara lain:
1. Tampilan Al Qur’an yang disajikan merupakan hasil scan dari mushaf Al Quran cetak yang asli.
Tampilan mushaf yang dapat dipilih antara lain:
a. Mushaf Al-Madina (riwayat Hafs)
b. Mushaf Al-Tajweed (berwarna sesuai hukum tajwid, riwayat Hafs)
c. Mushaf Warsh (riwayat Warsh An-Nafei’

2. Penjelajahan mushaf berdasarkan Surat, Ayat, Juz, atau Halaman.

3. Pembacaan Qur’an oleh banyak qori terkemuka.
Silakan pilih qori favorit Anda diantara daftar berikut:

Sheikh Al-Huthaify
Sheikh Saad Al-Gamdi
Sheikh Al-Menshawy
Sheikh Abdullbaset
Sheikh Al-Husari
Sheikh Mishari Al-efasi
Khalefa Al-Tunaiji (Teacher)
Al-Husari
Al-Husari – Mojawwad
Al-Husari – Teacher
Al-Huthaify
Saad Al-Gamdi
AbdullRahman Al-Sudais
Saud Al-Shoraim
Maher Al-moaqeli
Ahmad Al-ajami
Nasser Al-Qatami
Mishari Al-efasi
Mohammad Jebreil
Abdullah Basfar
Mostafa Ismail
Mohammad Ayoub
Al-Menshawy
Al-Menshawy – Mojawwad
Al-Menshawy – Teacher
Yasser Salamah
Hani Al-Refaei
Al-Tabalawi
Abu Baker Al-shatrei
Abdullbaset
Abdullbaset – Mojawwad
Awad Al-Juhanee
Abdel-Muhsin Al-Qassem
Khalefa Al-Tunaiji
Khalefa Al-Tunaiji (Teacher)
Al-Husari (Warsh)
Ibrahim Al-Dosary (Warsh)
Yassin Al-Jazaery (Warsh)

4. Fasilitas pengulangan bacaan setiap ayat sesuai keinginan Anda dengan waktu interval. Sangat baik digunakan untuk menghafal Qur’an.

ayat03

5. Tersedia translasi/terjemahan ke dalam lebih dari 20 bahasa.

6. Terdapat berbagai pilihan tafsir.
Tafsir bahasa Arab:
1. Al-Saa’di
2. Ibn-Katheer
3. Al-Baghawy
4. Al-Qortoby
5. Al-Tabary
6. Al-Waseet – Tantawy
7. Ibn Ashour
8. E’rab(Grammar) Al-Quran oleh Qasim Da’aas

Tafsir bahasa Inggris: Tafheem Al-Quran by Al-Maududi
Tafsir bahasa Indonesia: Tafsir Jalalyn
Tafsir bahasa Rusia

7. Ada 2 terjemahan dalam berbentuk suara untuk bahasa Inggris dan Urdu.

8. Fasilitas pencarian text Qur’an

9. Sinkronisasi antara pembacaan ayat dengan posisinya di halaman (highlight ayat yang sedang dibaca oleh qori)

10. Antarmuka aplikasi tersedia dalam bahasa Arab dan Inggris.

11. Tersedia aplikasi untuk versi Windows (online & desktop), Linux, Mac, Android, dan iOS.

ayat04http://quran.ksu.edu.sa

Selamat mencoba.

Advertisements

Ramadhan The Month Of Quran

feat08

The holy month of Ramadhan. It is well known as the Month of Fasting, but also known as the Month of Quran, the last and ever lasting divine guidance to humanity. As stated in Surah Al-Baqarah:184,

“The month of Ramadhan in which was revealed the Quran, a guidance for mankind and clear proofs for the guidance and the Criterion (between right and wrong). So, whoever of you sights the month, he/she must observe fasts that month and whoever is ill or on a journey, the same number (of days which one did not observe fasts must be made up) from other days. Allah intends for you ease, and he does not want to make things difficult for you. He wants that you must complete the same number of days and that you must glorify Allah for having guided you so that you may be grateful to Him.” (2:184).

The revelation began in the month of Ramadan. The night in which the Quran began to be revealed is referred in the Quran as the blessed night: We sent it (the Quran) down on a blessed night, (44:2) or the night of Decree, Verily, we have sent it (this Quran) down in the Night of Al-Qadr. (97:1). It was the strength, clarity, simplicity, and universality of the message that the night was described as an extraordinary night.

Thus the month of Ramadan offers the believers a unique opportunity to refresh their understanding of the guidance and live it for an entire month so that the life in coming months could be disciplined around that. Thus, the first task for every believer is to get connected with the divine guidance in a disciplined, consistent, and regular basis. The reading of the Quran with meaning would give us an opportunity to understand the divine message as is and inspire us to appreciate its relevance for us in our times. Thus in addition to reading the Quran, we can also make efforts to live it.

In this modern day, it is so easy for us to get access to the holy Quran. The high speed development of technology especially in computer field, benefits us to get Quran to be transferred into many kind of media, from computer till smartphone.

Would you like to know how to read & understand Quran in any media? We cover a nice article about Quran Apps in this blog.

Leumang Makanan Khas Aceh Yang Hanya Ada Saat Ramadhan

lemang

Kuliner Aceh memang bervariasi, selain mie Acehnya yang lezat Anda harus mencoba Leumang yang rasanya tak kalah enaknya dan cocok mengisi perut serta yang pastinya tidak menggunakan bahan pengawet saat berbuka puasa. Leumang adalah salah satu makanan tradisional yang hanya ada saat Ramadhan tiba. Di Banda Aceh, biasanya untuk mengkonsumsinya bisa dengan air tebu, selai atau dengan buah durian.

Leumang, kuliner khas yang terbuat dari beras ketan dan santan yang dimasak secara unik dalam potongan bambu yang sering disebut tring buloh di Aceh. Dimana bambunya memiliki penampang yang lebih tipis di bandingkan bambu biasanya. Satu batang bambu buluh yang sudah dipotong dengan panjangnya mulai sekitaran 40 sampai 80 cm bahkan lebih. Bambu ini diisi beras ketan dan santan lalu dibakar pada bara api yang banyak dalam posisi berdiri dengan sudut kemiringan kira-kira 80 derajat. Selain itu, di dalam bambu tersebut, dinding bambu buluh itu dilapisi daun pisang muda atau lebih tipis sehingga memudahkan saat mengambil ketan yang telah masak di dalamnya.

Di bulan Ramadhan merupakan berkah bagi para pembuat dan penjual Leumang, mereka bertebaran menjajakan dagangannya di seluruh kota kecamatan di beberapa kabupaten di Aceh. Namun, Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah karena prosesnya juga cukup mudah. Menu makanan ini bisa sebagai pilihan variasi untuk menu berbuka puasa nantinya.

Nah, berikut ada resep yang bisa Anda coba untuk membuatnya di rumah. Berikut bahan dan cara pembuatannya :

Bahan – bahannya :

  • 5 batang bambu atau lebih
  • 3 buah kelapa tua (di ambil santannya); disesuaikan dengan banyak lemang yang akan dimasak
  • Beberapa pucuk daun pisang yang masih muda
  • 3 bambu beras ketan
  • Lidi muda; disesuaikan dgn jumlah lemang yang dimasak dan garam secukupnya

Cara pembuatannya :

  • Rendam beras ketan kemudian bersihkan
  • Buah kelapa tua diperas dan ambil 5 cawan santannya lalu tambahkan garam secukupnya pada santan tersebut kemudian aduk hingga rata
  • Cuci dan bersihkan batang bambu
  • Masukan pucuk daun pisang secara melingkar ke dalam batang bambu dengan baik
  • Masukanlah beras ketan ke dalam bambu setelah itu masukkan juga santan tadi secukupnya ke dalam bambu yang sudah terisi beras ketan
  • Lalu tusukkan lidi muda kedalam beras ketan itu. Pangkalnya dibawah. Tujuannya agar santan bisa terserap penuh ke dalam beras ketan

Ingat: santannya harus lebih banyak dari beras ketan karna kalau kurang lemangnya nanti jadi mentah

10171891_338075139673252_6111081591720919463_n

Cara memasak lemang ternyata tidak terlalu sulit, cuma kita perlu menyiapkan beberapa bahan saja. Buatlah 2 tiang penyangga dari kayu dengan ukuran setengah meter lalu tancapkan ke tanah kedua tiang tersebut dengan sejajar dan letakan besi bulat diatas kayu penyangga tersebut lalu hidupkan api (api kayu atau tempurung).

Setelah api hidup, letakan dan susunlah bambu yg sudah terisi beras ketan tersebut diantara api kedua penyangga tersebut. Supaya lemang tidak masak sebelah kita harus memutarkan bambu tersebut supaya matangnya merata dan jika tangan tidak tahan panas sebaiknya gunakan sarung tangan kain untuk memutar lemang bambu tersebut.

Selamat Mencoba !!!!

Sumber : dari berbagai sumber

Tips Mudik Nyaman dan Aman Dengan Mobil Pribadi

feat06

Lebaran memang masih lama tapi ga ada salahnya kita sudah mulai mempersiapkan banyak hal termasuk untuk perencanaan mudik ke kampung halaman agar bisa terlaksana dengan baik nantinya. Tradisi mudik yang dilakoni mayoritas masyarakat Indonesia ini justru banyak dinanti karena sebagai momen untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Ada kebahagiaan, keindahan dan rasa syukur yang luar biasa ketika saat Lebaran bisa berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman terutama untuk saling memaafkan dan bersilaturahmi.

Mudik Lebaran yang selalu dilakukan setiap tahun ini seringkali menyita perhatian yaitu di kala pemudik harus berdesak-desakan di bus atau kereta, banyak terjadi kecelakaan hingga kemacetan parah di berbagai jalur mudik yang langganan terjadi setiap tahunnya. Hal ini tentu membuat para pemudik harus melakukan persiapan dengan matang. Maka dari itu, mobil pribadi bisa jadi salah satu alternatif kendaraan saat mudik. Selain bebas beristirahat kapan dan di mana saja, Anda juga punya banyak waktu untuk lebih dekat dengan keluarga selama perjalanan.

Bagi Anda yang akan mudik bersama keluarga menggunakan mobil pribadi, sudahkah melakukan persiapan? Mudik menggunakan mobil pribadi memang menjadi pilihan banyak keluarga. Selain seluruh keluarga bisa terangkut, barang bawaan pun bisa lebih aman disimpan di bagasi mobil. Kapan pun saat lelah atau mengantuk dalam perjalanan, supir bisa menepikan mobilnya dan beristirahat. Saat ingin buang air kecil pun bisa sewaktu-waktu berhenti di pom bensin terdekat dan menggunakan toilet yang disediakan.

Nah, supaya mudik aman dan nyaman dengan mobil pribadi, simak tips berikut ini :

  • Cek kondisi mobil ke bengkel

Sebelum berangkat, kondisi mobil harus dicek terlebih dahulu, ban, rem, tune-up komplit, radiator, tali kipas, aki, dan lain-lain. Beberapa alat perlengkapan mobil pun harus dibawa untuk berjaga-jaga jika mobil bermasalah di saat perjalanan.

  • Packingbarang bawaan dengan benar

Saat mudik bersama keluarga, biasanya barang yang dibawa tidak sedikit. Saat melakukan packing, sebaiknya tata barang bawaan sesuai dengan kebutuhan, yakni barang-barang yang akan digunakan di perjalanan letakkan di bagian atas yang mudah diambil. Hal ini supaya lebih praktis dan tidak merepotkan Anda sendiri.

  • Persiapkan kondisi tubuh

Melakukan perjalanan jarak jauh harus didukung dengan tubuh yang fit, apalagi bagi pengendara. Jika memang tubuh sedang dalam keadaan sakit, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk mudik. Saat di jalan, kondisi macet, panas dan harus duduk terus-terusan membuat badan lelah.

  • Bawa bekal minuman, makanan dan camilan

Meskipun Anda mudik saat masih bulan Ramadan, bukan berarti Anda tidak membawa bekal minuman, makanan dan camilan. Tidak ada yang tahu kondisi jalan yang akan Anda lalui. Jika macet parah, bisa-bisa mobil susah bergerak padahal bedug buka berkumandang. Nah, makanan dan camilan yang dibawa bisa untuk berbuka. Membawa bekal makanan dan camilan bisa menjadi teman perjalanan saat perjalanan malam usai berbuka.

  • Bawa air mentah persediaan radiator

Membawa air mentah dari rumah untuk persediaan jika sewaktu-waktu radiator kehabisan air sangat penting. Anda bisa membawanya dengan botol air mineral atau pun wadah tertutup lainnya.

  • Peta mudik

Meskipun Anda sudah hafal dengan jalur mudik yang akan Anda lalui, membawa peta mudik juga akan sangat membantu. Seringkali, karena kemacetan parah, jalur mudik diarahkan menggunakan jalur alternatif yang belum pernah dilewati. Dengan bantuan peta, tentu Anda tidak akan bingung. Gunakan teknologi gadget Anda untuk mengakses peta, tentu akan lebih praktis dan mudah.

  • Waktu berangkat

Anda bisa memilih waktu berangkat dengan mempertimbangkan beberapa hal. Berangkatlah di pagi hari jika ingin menikmati pemandangan, misalnya suasana tiap daerah yang dilewati, jalanan yang berkelok dan lain-lain. Berangkat di malam hari juga bisa dilakukan jika ingin keluarga tidur di mobil saat perjalanan. Namun, karena mudik biasanya identik dengan macet, Anda juga harus pintar memilih waktu berangkat supaya tidak merasakan macet yang parah di beberapa wilayah yang selalu langganan terkena macet di waktu-waktu tertentu.

  • Dengarkan radio

Dengan mendengarkan radio, Anda bisa memantau arus mudik sekaligus mendapatkan informasi jalur mudik yang lancar atau tengah padat. Anda bersama keluarga pun bisa menyiapkan diri jika harus ikut bermacet-macetan atau bisa pula segera mencari jalur alternatif untuk terhindar dari macet.

Setelah tiba ditujuan, pastikan anda beristirahat yang cukup sebelum melakukan silaturahmi berkeliling rumah untuk menemui sanak saudara.

Selamat mudik, semoga perjalanan Anda dan keluarga aman, nyaman dan selamat sampai tujuan.

Sumber: dari berbagai sumber

Sudah Tepatkah Menu Berbuka Puasa Anda?

feat07

Jakarta– Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang paling di tunggu. Untuk umat muslim bulan suci tersebut adalah momentum untuk meningkatkan kualitas iman dan kualitas hidup. Tingkat ibadah semakin ditambah, dan jadwal kegiatan dan pola makan pun ikut berubah. Sedari sebelum subuh kita sudah memulai menahan diri,termasuk menahan haus dan lapar. Kesempatan untuk mengisi perut hanya akan datang kembali ketika kumandang Adzan Maghrib mulai terdengar.Tentunya kita sering merasakan lapar dan haus yang amat sangat ketika waktu sudah memasuki siang hari. Rasa-rasanya energi kita mulai habis,tubuh kita mulai lemas bahkan mulai berfantasi untuk membayangkan menu buka puasa sore nanti. Berbagai list menu makanan mulai bermunculan di otak, kolak,sup buah,es kelapa muda,aneka gorengan,dan minuman bersoda. Emm….. semua itu pasti yang pertama kali ingin di santap. Eit….. tunggu dulu!!. Apakah menu berbuka tersebut adalah pilihan tepat?, baik ataw tidak untuk kesehatan Anda? Oke,sebenarnya Islam telah mengajarkan tatanan kehidupan seditel-ditelnya,bahkan untuk urusan menu berbuka puasa. Nabi kita Muhammad S.A.W-pun mencontohkan itu, beliau menyebutkan dalam hadisnya sebuah contoh sederhana namun penuh makna untuk kita semua. كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ “biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air” (HR. Abu Daud 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud) “Jadi idealnya berbuka adalah dengan kurma secukupnya bukan sebanyak-banyaknya. Dan jika kurma itu tidak ada maka cukuplah meneguk air putih”. Namun kebanyakan dari kita sering berbuka seasalnya, konsepnya asalkan rasanya manis sudah cukup,bahkan ada juga yang berdalih asalkan enak dan kenyang sudah cukup. Entah tidak tahu atau memang budaya yang sudah mengakar. Hampir semua orang menyantap menu ini sebagai menu berbuka, seperti kolak,soda,minuman dingin,dan gorengan. Padahal menu berbuka yang seperti itu tidak baik untuk kesehatan. Jadi bisa merusak manfaat puasa itu sendiri. Bukannya sehat yang di dapat tetapi malah penyakit yang didapat. Maka perlu kiranya kita mengetahui efek samping mengkonsumsi menu berbuka puasa tersebut diatas. Dan berikut kenapa kita perlu menghindari makan tersebut.

  1. Minuman Dingin

Jangan terlalu memaksakan meminum air dingin saat berbuka ketika siang hari oran-orang merasakan kehausan yang mendalam. Tapi ternyata dengan kebiasaan mengkonsumsi minuman dingin saat berbuka puasa merupakan salah satu kebiasaan yang tidak sehat karena dapat menyebabkan kontraksi pada lambung.

  1. Minuman Bersoda

Mungkin Anda merupakan salah satu penggemar minuman bersoda, akan tetapi pada bulan yang mulia ini sebaiknya Anda harus menghindarinya. Mengapa demikian ? Karena soda dapat menyebabkan gangguan pada perut dan dapat berakibat pada terganggunya sistem pencernaan tubuh. Kandungan air soda sangat mudah menyerap air. Sehingga walaupun kita mengkonsumsi banyak minuman bersoda, tubuh kita tetap tidak akan merasa kenyang dan juga tidak akan meredakan rasa haus, malah sebaliknya dimana Anda akan jadi lebih mudah merasakan haus.

  1. Gorengan

Gorengan yang gurih renyah sering menjadi menu takjil. Sebut saja mendoan, tahu isi, dan risol. Padahal, gorengan tinggi lemak dan dapat mengganggu proses pencernaan. Batasi konsumsi gorengan selama bulan puasa agar tubuh tetap bugar.

  1. Makanan Bersantan

Ini merupakan salah satu yang terberat , karena makanan bersantan seperti halnya kolak sangat mudah dijumpai di bulan Ramadhan. Dengan mengkonsumsi makanan bersantan tentu saja akan menyebabkan kadar kolesterolnya meningkat, tekanan darahnya naik dan kadar gula darah melambung. Makanan bersantan juga merupakan salah satu jenis makanan yang dapat memicu penyakit pembuluh darah seperti stroke, jantung, serta kenaikan kadar asam urat, dan lain sebagainya. “Untuk tetap menjaga kesehatan selama berpuasa bukan berarti Anda dilarang mengkonsumsi makanan bersantan, akan tetapi konsumsi dengan bijak dan tepat.”

  1. Makanan Berlemak

Seperti kita tahu bahwa makanan yang digoreng dalam rendaman minyak merupakan salah satu jenis makanan yang berlemak. Untuk itu sebaiknya hindari saat sahur atau pun berbuka. Kandungan lemak memang akan membuat gurih pada masakan, akan tetapi makanan yang mengandung banyak lemak sangat tidak dianjurkan, tentu saja akan menyebabkan kegemukan, berbagai gangguan pencernaan serta nyeri di ulu hati. Dengan mengkonsumsi makanan berlemak juga akan membuat perut cepat kenyang, sehingga makanan lain yang lebih bernutrisi tidak selera untuk dikonsumsi.

  1. Makanan Berat

Apabila Anda berbuka langsung dengan makanan berat, maka bisa jadi pencernaan Anda akan kaget sehingga lambung harus langsung bekerja mencerna makanan setelah sebelumnya beristirahat bekerja selama sepanjang hari. Selain itu biasakan juga mengunyah makanan dengan baik karena dengan ini akan dapat meringankan kerja pencernaan. Nah lantas sebaiknya menu apa yang tepat untuk berbuka? Jawabannya kembali ke hadis, “Kurma atau air putih.” Tetapi jika Korma itu tidak ada ternyata kita bias mengkonfersinya dengan buah-buahan yang lain. Dan berikut ini buah buahan yang direkomendasikan sebagai pengganti korma. 1.Apel Apel banyak mengandung vitamin A, B dan C. Apel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengatasi masalah nafsu makan yang terlalu besar. 2.Jeruk Jeruk banyak mengandung vitamin A, B1, B2 dan C serta antikanker bagi tubuh. Jeruk juga dapat merangsang kekebalan tubuh, membersihkan lender ditenggorokan, rongga hidung akibat influenza. Namun, sekali lagi bagi pemilik lambung sensitif perlu berhati-hati mengonsumsi jeruk. 3.Pisang Buah ini mengandung vitamin A, B1, B2 dan C yang dapat membantu mengurangi asam lambung. Pisang cocok bagi orang yang berpuasa karena bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh. 4.Mangga Mangga banyak mengandung vitamin A, E dan C yang dapat membersihkan darah. Bagi orang yang berpuasa, jus buah dapat dapat mengurangi dehidrasi. Namun sebaiknya berhati-bati bagi yang memiliki lambung sensitif. Pilihlah buah mangga matang, jangan yang masih muda dan berasa masam. 5.Pepaya Buah tropis satu ini mengandung vitamin C dan provitamin A yang dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan dan membuat lancar saluran pencernaan makanan. Bagi mereka yang berpuasa, buang air besar akan tetap lancar.   6.Srawberry Stawbery kaya akan vitamin A, vitamin B1, B dan C serta antioksidan, bagus untuk melawan zat radikal bebas. Sehingga daya tahan tubuh orang yang berpuasa tetap terjaga dari virus.   Sekarang kita sudah tahu apa yang harus kita siapkan untuk berbuka bukan?. Semoga artikel ini dapat membantu kesegaran dan stamina anda saat menjalankan Ibadah Puasa. Amin

Ramadhan Bulan Al Quran

feat05

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, perbanyaklah membaca Al-Qur’an, baik di luar shalat maupun di dalam shalat khususnya ketika kita melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan. Sebagai hamba yang beriman, sudah seharusnyalah kita senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an yang tidak ada keraguan didalamnya dan dipenuhi dengan kemuliaan, sebagaimana firman Allah subhaanahu wata’aala,

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-Baqarah 185)

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.” ( Al Kahfi: 1-3)

“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?” (Al Anbiyaa: 10).

Menurut Quraisy Shihab (1997), Al-Qur’an yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat, karena tidak ada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca 5000 tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia. Tiada bacaan semacam Al-Qur’an yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis dengan aksaranya. Bahkan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja, dan anak-anak.

Selain senantiasa membacanya, Al-Qur’an sebagai pegangan hidup seorang muslim memberikan implikasi bahwa Al-Qur’an harus pula dihayati akan nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya, agar nilai-nilai itu bisa menjadi kekuatan yang memotivasi dan mendasari kegiatan sehari-hari, dan menjadi alat perjuangan di bidang kemasyarakatan atau keilmuan. Lebih indah lagi kalau penghayatan itu meningkat atau berkembang menjadi usaha untuk meningkatkan pengkajian tafsir al-Qur’an (Rahardjo, 2002), bahkan berusaha menghafalkannya sebagai bagian dari ibadah.

Membaca, memahami, dan menghafal al-Qur’an bukan fardhu kifayah yang dapat diwakilkan atau dibebankan kepada para ulama. Dengan mengikut teladan para sahabat, semua itu dilakukan sebagai kewajiban individu bagi setiap muslim.

Mari kita memohon kepada Allah SWT dengan kedatangan bulan Ramadhan agar kita dan keluarga kita mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, memahami arti dan makna yang tersurat maupun tersirat, dan mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik dan sempurna. Insyaa Allah jika setiap individu mengamalkan hal ini, akan terbentuklah komunitas yang berakhlak qur’ani yang ridho atas ketentuan Allah SWT dan Allah SWT meridhoi mereka. Amiin yaa robbal ‘alamiin.

(dari berbagai sumber)

Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Ramadhan

ramadankareem1

Dalam sejarahnya, ada begitu banyak peristiwa penting yang pernah terjadi di bulan Ramadhan. Peristiwa-peristiwa tersebut mengajarkan kita bahwa bulan Ramadhan bukan bulan bermalas-malasan, bukan bulan berlelah-lelahan dengan mengatasnamakan “lelah karena sedang berpuasa”. Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa bulan Ramadhan mestinya adalah bulan meningkatnya produktifitas, karena syiar yang dibawa bulan Ramadhan dengan puasanya adalah syiar kekuatan, kesungguhan dan meningkatnya amal.

Diantara peristiwa penting yang terjadi di bulan Ramadhan tersebut adalah:

1. Perang Badar Kubra, terjadi pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan tahun kedua dari hijrah. Pada perang ini, kaum muslimin yang secara kuantitas lebih sedikit dari kafir Quraisy berhasil memperoleh kemenangan. Di perang ini pula, terbunuh “Fir’aun”nya kafir Quraisy, Abu Jahal.

2. Fathu Makkah, terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun kedelapan dari hijrah. Pada peristiwa ini pula segala berhala yang ada di sekitar Ka’bah dihancurkan.

3. Perang Tabuk, terjadi pada bulan Ramadhan tahun kesembilan dari hijrah.

4. Menyebarnya Islam di Yaman, terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke 10 hijriyah

5. Penghancuran Berhala Uzza, terjadi pada bulan Ramadhan tahun kedelapan hijriyah, dimana Khalid bin Walid menghancurkan sebuah rumah yang merupakan tempat penyembahan terhadap berhala Uzza. Rasulullah Saw pun bersabda “Itulah Uzza, maka janganlah kamu menyembahnya lagi selama-lamanya”

6. Penghancuran Berhala Laata, terjadi pada bulan Ramadhan tahun kesembilan hijriyah, saat ini Nabi Saw memenuhi permintaan penduduk Thaif yang ingin belajar tentang Islam. Disana Rasulullah Saw menghancurkan Laata, salah satu berhala besar yang pernah disembah oleh penduduk Thaif.

7. Peristiwa Zallaqa, terjadi pada hari Jum’at tanggal 25 Ramadhan tahun 479 hijriyah, dimana terjadi perang antara pasukan Islam melawan kaum Frank pimpinan Alvonso VI di daerah dekat Portugal saat ini.

8. Perang ‘Ain Jalut, terjadi pada hari Jum’at tanggal 15 Ramadhan 658 hijriyah. Saat itu kaum muslimin melawan pasukan raksasa dari mongol yang sebelumnya berhasil meluluh lantakkan kota Baghdad dan menandai berakhirnya dinasti Abbasiyah. Perang sengit ini berhasil dimenangkan oleh kaum muslimin sehingga orang mongol terpaksa mundur. Pasukan muslimin yang dipimpin langsung oleh Sultan Qutuz (Sultan Kerajaan Mamalik di Mesir) berhasil menegakkan kekuasaan Islam kembali di daerah Syam yang sebelumnya secara de facto di kuasai oleh mongol.

9. Fathu Andalus/Spanyol, terjadi pada tanggal 28 Ramadhan 92 hijriyah dengan pasukan yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad.

10. Pembebasan kembali tanah yang dikuasai kaum Salib oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 584 hijriyah.

11. Perang Yakhliz, terjadi pada tanggal 15 Ramadhan 1294 hijriyah. Pada perang ini, tentara Islam dari dinasti Utsmany dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan pasukan berjumlah 34.000 berhasil mengalahkan tentara Rusia yang berjumlah 740.000. Kurang lebih 10.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran tersebut.

12. Perang Yom Kippur, terjadi pada tanggal 10 Ramadhan 1390 hijriyah antara pasukan Islam (Mesir dan Syria) melawan Israel. Pada perang tersebut, tentara Islam berhasil merebut benteng dan garis Bar Lev yang merupakan daerah pertahanan Israel. Pada perang ini pula, tanah palestina berhasil direbut kembali dari pendudukan mutlak Israel.

13. Dan masih banyak peristiwa penting lainnya

Selain peristiwa tersebut diatas, bulan Ramadhan juga merupakan bulan diturunkannya kitab-kitab dan lembaran-lembaran suci. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan: Allah memberikan kemuliaan kepada bulan puasa ini dari bulan-bulan lainnya dengan memilih bulan ini sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Di awal bulan Ramadhan, diturunkan lembaran suci (shuhuf) kepada Nabi Ibrahim as. Kemudian diturunkan kitab Taurat, kitab Zabur, kitab Injil dan Al-Qur’an juga di bulan Ramadhan.

Dari berbagai peristiwa diatas, kita juga dapat mengambil pelajaran bahwa seorang muslim harus bisa merespon kondisi disekitarnya, mampu berdialog dengan zamannya dan menjauhi apologi-apologi yang negatif. Buktinya, walaupun dalam keadaan puasa, namun kaum muslimin masih sanggup untuk berjuang dan meningkatkan produktifitasnya. Melaksanakan kewajiban agama jangan dijadikan alasan untuk abai dan berleha-leha dari kewajiban kehidupan pribadi dan sosial. Islam malah memberikan pilihan untuk berbuka bagi yang melaksanakan perjalanan. Hal ini mengindikasikan bahwa Islam sama sekali tidak menjadikan syariatnya sebagai penghambat produktifitas sebagaimana yang sering didengung-dengungkan oleh kaum liberal dan komunis.

Sumber: http://zamzamisaleh.blogspot.com/2014/06/peristiwa-peristiwa-penting-yang.html